Minggu, 04 Oktober 2020

Diorama Hujan

kepada kesepian yang sering lupa dikondisikan.

sisi-sisi jalan sudah dibanjiri genangan. celah-celah kesempatan untuk kembali mengingat yang seharusnya terlupakan, dibiarkan begitu saja berserakan.

lengkap sudah rutinitas Sabtu malam tanpa rembulan sebagai teman berbagi beban.


memang benar kata orang,

sisa-sisa dari tetes hujan seringkali mengoyak banyak hati yang merindukan pertemuan. mereka yang lelah dengan pertengkaran namun meragukan perpisahan. juga mereka yang terlampau berharap banyak namun takut menerima kepastian. 


tapi,

mungkin sore tadi, sepasang insan berjalan bersisian beratapkan satu payung bersamaan, bertolak pandang malu-malu di bawah hujan.

mungkin saat hujan sedang deras-derasnya, sepasang tangan memeluk erat enggan melepaskan, berduaan berkendara melawan siraman, kebasahan.


mungkin sore tadi, saat hujan mulai jatuh perlahan-lahan, di sudut-sudut kamar, di tepian jendela, lewat sepucuk surat, secarik pesan, ingatan dan kenangan, hujan yang lain ikut terjun berguguran.