سوقي الى لقائك لا يصاف بيبان
Seperti apakah hari-harimu kini, mengingat aku ataukah
tidak? Sedang aku disini demikian. Tandanya aku masih berharap, berharap dan
berharap.
lepas aku dari sekian kejutan yang hadir dalam duniamu, jangan sibak aku dari keinginanmu. Biarkan saja aku hadir. karena tak mengharap asa, hanya memohon untuk izinkan aku ada. Sampai dimana aku merasa lelah, sampai disana kita berdua. Tekadku sampai memilah rindu.
lepas aku dari sekian kejutan yang hadir dalam duniamu, jangan sibak aku dari keinginanmu. Biarkan saja aku hadir. karena tak mengharap asa, hanya memohon untuk izinkan aku ada. Sampai dimana aku merasa lelah, sampai disana kita berdua. Tekadku sampai memilah rindu.
Ingatkah dirimu saat itu aku merajuk, engkau mencita
dengan sejalan kelembutan dalam hatimu. Penyejuk hatiku. Embun yang dingin
menghangatkan. Kadang aku gundah karenanya, kadang tertawa karenanya. Semua rindu
ini milikmu saja, semua kenangan manisku karena ada dirimu. Sebaris dua atau
tiga sampai bait terakhir manuai keindahan kataku, aku akan terus mamujimu. Karena
nyataa keindahanmu.
Salam rindu bila tak sampai akan sakit terasa, namun ku
tahu kau mengerti tatapan ini. Meski tak terasa jelas, namun kau mampu
mengerti. Inilah jiwaku, yang serba sulit untukmu. Aku bukan pahlawan yang kan
menyelamatkanmu saat badai duka dating padamu, aku pun bukan teman yang mampu
mendengar ungkapan gelisahmu, apalagi penjagamu setiap waktu. Namun, setiap
langkahku hanya tertuliskan untuk mencoba menunjuk semuanya untukmu.
Seakan sudah lama kita jauh, kemarin aku mencium
keningmu dank au menatap malu. Merayu rindu. Meneteskan airmataku merindukanmu.
Sebanding ragu aku menunggu, hingga masa berhenti mengikutiku dalam sajak-sajak
palsu yang dulu ku tulis. Membuat insan hawa terobati dan tersakiti. Aku paham
akan kehadiranmu menjadikan perbedaan dalam naluriku. Maka takkan ada yang
selainmu. Selain senyum indah yang kau beri untukku dan kau hadirkan cinta bersamanya. Terima kasih atas
kesetiaan yang kau ukir dalam dinding-dinding hati ini. Lekas sudah penderitaan
sunyi ini, tergantikan oleh surga cinta darimu. Aku kan kembali dan takkan
pergi lagi, karena janjiku menjagamu. Menjadi imammu dalam naungan cinta-Nya. Naungan
cinta dari Sang Maha Cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar