Sabtu, 15 Maret 2014

Butir-Butir Kerinduan

Sesak nafas ini merusak hari, semakin jauh terasa semakin hancur sudah. entah menunggu lama apa gunanya? butiran rindu jatuh bertaburan. 
"Aku disini dan engkau disana, jangan coba langkahi" garis kehidupanku. Kau memang indah namun dan akan selalu indah. biarkan aku memiliki keindahanmu. seandainya jarak ini tak sulit ku tembus, waktu tak sulit ku hentikan, dan kesempatan selalu ada."akan kulakukan semua untukmu, akan ku berikan seluruh cintaku". karena dirimu adalah satu-satunya, karena"kau bidadari jatuh dari surga dihadapanku", sehingga ku tak mampu untuk mencari penggantimu...
ditempat jauh ini aku terlena, aku melirik kupu-kupu indah yang beterbangan di sekitarku, mungkinkah ini salahku, "maafkan ku menduakanmu, mencintai dia dibelakang kamu", tapi ini jujur dari hatiku yang ingin tetap bersamamu. sudahlah aku memang salah, ini karena terlalu ku rindukan dirimu, karena "ku rindu kepadamu ingin dipeluk kamu ku tak bisa tanpamu, sendu..."
angan ini melayang, hati ini terbang tak menentu arahnya, hingga butir-butir rindu mengalir dari mataku, sedih, sepi tanpamu, andai tuhan biarkan aku tetap terjaga hanya demi menunggu waktu untuk pulang menemuimu, aku rela membuka mata hingga tiba aku kembali, "setulusnya aku akan terus menunggu mendekap penuh harapan tuk memilikimu". ini adalah kisahku, kisah indah bersamamu. dan akan selalu indah dengan adanya dirimu. "bagaimana mungkin aku mencari cinta yang lain selain cintamu, saat sayap-sayapku telah patah karenamu" .
engkau memang jauh. aku di tempat panas dimana buaya dan hiu saling beradu, dan engkau ditempat dingin dimana hujan selalu membasahi. dirimu selalu, selalu memupuk kerinduanku, menabur "butir-butir cinta airmataku teringat semua yang kau beri untukku", aku tak mungkin mencari penggantimu..
aku takut terlalu jauh, aku takut kehilangan, aku takut tak lagi bisa mendengar tawamu, tak lagi melihat cantikmu, tak lagi memandang senyum manismu, dan aku semakin takut kau tak lagi mengharapkanku...
aku sakit saat kau diamkanku, sakit saat kau acuhkanku, sakit saat kau coba duakanku, dan aku lebih sakit jika dirimu bersamaku namun tak ada ketulusan akan cintamu..
"kini biarlah waktu yang 'kan jawab semua tanya hatiku". berdoalah, katakan pada-Nya bahwa kau menungguku membawakan salam pada ayah ibumu, salam indah berupa khitbah di dalam naungan Cinta-Nya. dan jadikan dirimu bidadariku disini, di hatiku, di duniaku, dan di surga-Nya kelak.. terimakasih dirimu kasih yang masih dalam genggaman-Nya, aku menunggumu, dan selalu menunggumu dalam istikharah cinta...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar