Sabtu, 15 Maret 2014

study kasus konseling

PEMBAHASAN

A.    ANALISIS
Pada tahap ini saya mencoba untuk menganalisa data selengkap-lengkapnya tentang pribadi klien dari berbagai sumber,  baik secara langsung yakni dari klien atau secara tidak langsung yakni dari teman-teman klien. Ini disebut dengan wawancara permulaan untuk mendapatkan informasi mengenai latar belakang klien. Berikut hasil yang dapat diperoleh:
1.      Identitas klien
Ø  Nama                                       : Laila Nurfaiza
Ø  Tempat, tanggal lahir              : Gresik, 15 Mei 1995
Ø  Umur                                       : 18 tahun
Ø  Alamat                                                : Wonocolo
Ø  Jenis kelamin                           : Perempuan
Ø  Pendidikan                              : UIN SA smt 1 Ilmu Komunikasi
Tk                                            : Raudhah Al-Athfal
SD                                           : MI Al-Khoirot
SMP                                        : MTs Al-Khoirot
SMA                                       : MA Al-Khoirot
Ø  Hobi                                        : Menulis
Ø  Jumlah saudara                        : 2
Ø  Anak ke                                   : 2 dari 3 bersaudara
Ø  Fasilitas belajar
a.       Buku panduan                   : Ada
b.      Buku cacatan                    : Kurang lengkap
Ø  Bimbingan belajar Public Relation
a.       Dari ayah                           : Tidak pernah
b.      Dari ibu                             : Tidak pernah
Ø  Waktu belajar                          : Kurang
Ø  Kelakuan                                 : Baik
Ø  Prestasi
a.       Organisasi                         : rendah
b.      Lain-lain                            : baik
Ø  Kegiatan UKM                                   : kurang aktif
2.      Identifikasi orang tua
a.       Ayah
Ø  Nama lengkap             : Syaiful Rizal
Ø  Umur                           : 45 th
Ø  Tempat, tanggal lahir  : Gresik, 20 Agustus 1965
Ø  Alamat                                    : manyar gresik
Ø  Pendidikan                  : MA
Ø  Pekerjaan                     : guru agama
Ø  Hubungan dengan klien          : anak kandung
b.      Ibu
Ø  Nama lengkap             : Nurul Faiza
Ø  Umur                           : 40 th
Ø  Tempat, tanggal lahir  : pasuruan, 21 Maret 1968
Ø  Alamat                                    : manyar gresik
Ø  Pendidikan                  : MA
Ø  Pekerjaan                     : guru TPQ
Ø  Hubungan dengan klien          : anak kandung
c.       Perumahan dan lingkungan
Sabelum melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, Laila belajar di madrasah selama 12 tahun, yaitu sejak usia SD hingga SMA. sehingga pengetahuan agamanya dianggap cukup luas, dan saat ini ia tinggal di salah satu pesantren mahasiswa di daerah Wonocolo, dekat kampus UIN Sunan Ampel Surabaya. Berbaur dengan banyak teman dari berbagai daerah dengan karakteristik dan budaya yang berbeda. Namun, seperti pesantren mahasiswa pada umumnya, pesantren tempat Laila tinggal ini tidak mengajarkan materi tentang Ilmu Komunikasi secara khusus. Di jurusan Ilmu Komunikasi, Laila kurang mendapatkan dukungan atau motivasi dari teman-temannya, sehingga ia merasa kurang percaya diri, jenuh dan tidak betah. Terutama ketika mata kuliah Public Relation.

B.     SINTESIS

Nama lengkap Laila adalah Laila Nurfaiza, latar belakang dari keluarga sederhana. Ayahnya adalah seorang guru dan tokoh masyarakat di desanya. Sedangkan ibunya adalah seorang guru TPQ. Kedua orang tua Laila adalah orang yang cukup ahli agama, sehingga tidak heran jika ketiga anaknya disekolahkan di Madrasah, termasuk Laila anak kedua dari tiga bersaudara. Mereka ingin putra-putranya mendapatkan pendidikan agama yang cukup, Laila dan saudara-saudaranya juga mau menerima keputusan kedua orang tuanya, orang tua Laila  tidak begitu mempersoalkan pendidikan umum.
            Laila belajar di Madrasah Aliyah Al-Khoirot, dengan prosentase pendidikan agama dan umum sekitar 50 perbanding 50 persen. Namun ketika di MA, Laila tidak mengikuti organisasi apapun, yang bisa dibilang penting untuk pengalaman berhubungan dengan masyarakat. Dan kini setelah lulus dari dari MA Laila baru menyadari pentingnya berorganisasi dan ia mengalami kesulitan tiap kali ada kelas mata kuliah Public Relation di jurusannya. Dari wawancara pendahuluan yang saya lakukan beberapa hari yang lalu, maka ada kemungkinan –kemungkinan yang menyebabkan timbulnya masalah yang saat ini sedang dialami oleh Laila, yakni sebagai berikut:
Ø    Faktor dari klien
1.      Kurangnya minat belajar di Jurusan Ilmu Komunikasi
2.      Mudah mengeluh
3.      Persepsi yang salah terhadap mata kuliah Public Relation
4.      Kurang percaya diri
Ø    Faktor lingkungan
1.      Tidak memiliki dasar Ilmu Komunikasi
2.      Kurangnya pendidikan dalam berorganisasi ketika di MA dulu
3.      Teman-teman yang kurang memotivasi semangat klien

C.    DIAGNOSIS

Dari perbincangan santai dengan Laila, saya berusaha memahami permasalahan apakah yang sedang dihadapi oleh Laila saat ini, sehingga diperoleh informasi tentang keluhannya bahwa dia mengalami kesulitan belajar di jurusan Ilmu Komunikasi, terutama mata kuliah Public Relation. Maka dari itu, saya mengategorikan masalah klien dalam “learning disorder”  yakni kesulitan atau kekacauan yang dialami oleh seseorang disebabkan karena timbulnya respon yang bertentangan,  sehingga proses belajarnya mengalami masalah dan hasilnya pun akan lebih rendah dari potensi yang di milikinya.
Seperti yang saya ketahui bahwa Laila adalah alumnus dari MA Al-Khoirot. Seperti MA pada umumnya, di sana juga mengajarkan pelajaran agama dan umum. Dan di dalam ruang lingkup madrasah terdapat beberapa organisasi baik eksatrakurikuler maupun intrakurikuler. Dari intra, terdapat OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah), dan dari ekstra ada Rohis, Paskibra, Pramuka dan lain-lain. Menurut pengakuannya, Laila pernah mengikuti organisasi Pramuka hanya di bangku MI dan itupun ketika baru kelas 4 sampai 5 MI. Dan setelah itu melanjutkan pendidikan ke MTs yang sama, namun tidak pernah mengikuti organisasi apapun lagi. Bagi Laila berorganisasi sangat sulit dibanding belajar pelajaran agama.
Menurut penjelasan dari teman sekelasnya bahwa Laila selalu tampak tidak betah dan pendiam  setiap kali ada kelas PR, Laila merasa malu jika ia harus di suruh untuk berbicara di depan teman-temannya. Dia merasa tidak cocok dan merasa aneh jika harus mempresentasikan makalah.

D.    PROGNOSIS

Berdasarkan hasil diagnosis terhadap penyebab timbulnya masalah yang menyebabkan Laila merasa kesulitan dalam mata kuliah PR, maka berikut ini akan diuraikan kemungkinan-kemungkinan pemberian bantuan untuk membantu menyelesaikan masalah Laila, diantaranya sebagi berikut:
1.      Terhadap klien
a.       Memberikan informasi cara belajar dan berorganisasi yang efektif
b.      Memberikan saran untuk mengikuti UKM dan berlatih berbicara dengan percaya diri
c.       Memberikan saran bagaimana cara mengatur waktu yang baik
d.      Memberikan pemahaman kepada klien tentang organisasi yang menyenangkan, sehingga bisa memunculkan minat dan motivasi untuk berorganisasi
e.       Memberikan informasi tentang pentingnya berorganisasi
2.      Terhadap teman
a.       Memberikan pemahaman kepada teman-teman sekelasnya untuk tidak memojokkannya Laila dalam melakukan presentasi
b.      Meminta teman-teman Laila untuk bersedia membantu Laila dalam belajar
c.       Memberi semangat kepada Laila
3.      Terhadap lingkungan
a.       Menentukan tempat yang bisa membuat Laila dan konselor  merasa nyaman untuk melakukan proses konseling
b.      Menciptakan situasi cinta belajar dan berorganisasi

E.     TREATMENT/ KLIENNG

Mengingat bahwa masalah yang dihadapi Laila lebih mengarah kepada masalah pribadi dan kesulitan belajar, sehingga penulis mengambil inisiatif untuk memberikan bantuan melalui tehnik konseling realitas, karena Laila merasa bahwa pelajaran di jurusan Ilmu Komunikasi sangat sulit dan ia tidak bisa mempelajarinya. adapun langkah dalam konseling ini adalah sebagai berikut:
1.      Menentukan tempat yang cocok untuk proses konseling
2.      Mendengarkan  cerita-cerita Laila dengan penuh perhatian dan kesabaran
3.      Mencoba memahami pribadi Laila
4.      Mencipatakan suasana yang santai, sehingga Laila merasa nyaman
5.      Meyakinkan Laila bahwa ia pasti bisa mempelajari mata kuliah PR dengan baik
6.      Menghilangkan rasa aneh yang dirasakan Laila jika ia harus melakukan presentasi
7.      Menanamkan pada diri di Laila akan pentingnya berorganisasi
8.      Membuat agenda khusus berlatih presentasi dengan Laila sesuai dengan jadwal yang disepakati bersama.
9.      Bekerja sama dengan dosen mata kuliah PR Laila
10.  Dan lain-lain yang dianggap perlu
Baru setelah itu, penulis mengakhiri proses klienng  setelah dilakukan beberapa kali pertemuan dengan Laila.

F.     Follow up

Berdasarkan beberapa tahapan upaya yang telah dilakukan untuk membantu Laila dalam meyelesaikan masalahnya, kemudian penulis mengadakan evaluasi terhadap konseling untuk mengetahui sajauh mana perubahan-berubahan yang terjadi pada diri Laila.
Dalam evaluasi ini penulis mencoba untuk memperoleh informasi perubahan dengan dua cara yakni secara langsung dan tak langsung. Secara langsung bisa diamati dari kehidupan sehari-harinya di kampus dan asrama. Sedangkan secara tidak langsung dapat diperolah dari tanggapan-tanggapan para temannya.  Yang terangkum dalam dua aspek, sebagai berikut:
1.      Keberhasilan
·         Laila tampak lebih ceria
·         Laila menjadi antusias dan semangat untuk belajar
·         Laila sudah mulai berani tampil di kelas untuk presentasi
·         Teman-teman Laila tidak lagi memojokkan Laila ketika presentasi
2.      Kegagalan
Dari tahapan tahapan yang telah di lakukan dan upaya-upaya  atau rancangan kegiatan untuk membantu Laila dalam menyelesaikan masalahnya belum dianggap sempurna karena Laila belum malaksanakan semua saran konselor, maka dari itu masih dilakukan tahap konseling lagi, akan tetapi hanya sekedar memberikan saran, nasehat yang bisa membuat Laila bisa lebih baik. Jika dirasa Laila sudah bisa merasa enjoy dan melakukan semua saran-saran dari konselor , maka proses konseling akan diakhiri.

PENUTUP
A.    Kesimpulan
Permasalahan Laila dalam hal kejenuhan belajar di Jurusan Ilmu komunikasi terutama mata kuliah Public Relation, disebabkan karena beberapa factor di antaranya kurangnya berorganisasi selama madrasah aliyah dulu, dan kurangnya rasa percaya diri akan kemampuannya dalam berbicara di hadapan banyak orang.
B.     Saran
Dalam membantu klien, seorang konselor  di tuntut untuk bisa memahami pribadi klien, bagaimana keadaan psikis dan hal-hal lain yang berhubungan dengan klien dengan cara terus berusaha mencari informasi selengkap-lengkapnya dari beberapa sumber, baik secara langsung maupun tidak langsung. sehingga semakin banyak informasi yang di dapatkan oleh konselor maka akan memudahkan klien untuk menentukan bagaimanakah langkah-langkah selanjutnya dalam proses membantu klien untuk menyelesaikan masalahnya demi tercapainya kebahagiaan klien.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar