PEMBAHASAN
A. ANALISIS
Pada tahap ini saya mencoba untuk menganalisa data
selengkap-lengkapnya tentang pribadi klien dari berbagai sumber, baik secara langsung yakni dari klien atau
secara tidak langsung yakni dari teman-teman klien. Ini
disebut dengan wawancara permulaan untuk mendapatkan
informasi mengenai latar belakang klien.
Berikut hasil yang dapat diperoleh:
1. Identitas klien
Ø Nama :
Laila Nurfaiza
Ø Tempat, tanggal lahir : Gresik, 15 Mei
1995
Ø Umur :
18 tahun
Ø Alamat :
Wonocolo
Ø Jenis kelamin : Perempuan
Ø Pendidikan :
UIN SA smt 1 Ilmu Komunikasi
Tk : Raudhah Al-Athfal
SD : MI Al-Khoirot
SMP : MTs Al-Khoirot
SMA : MA Al-Khoirot
Ø Hobi :
Menulis
Ø Jumlah saudara : 2
Ø Anak ke :
2 dari 3 bersaudara
Ø Fasilitas belajar
a. Buku panduan : Ada
b. Buku cacatan : Kurang lengkap
Ø Bimbingan belajar Public Relation
a. Dari ayah : Tidak pernah
b. Dari ibu :
Tidak pernah
Ø Waktu belajar : Kurang
Ø Kelakuan :
Baik
Ø Prestasi
a. Organisasi : rendah
b. Lain-lain : baik
Ø Kegiatan UKM : kurang aktif
2. Identifikasi orang tua
a. Ayah
Ø Nama lengkap : Syaiful Rizal
Ø Umur :
45 th
Ø Tempat, tanggal lahir : Gresik,
20 Agustus
1965
Ø Alamat :
manyar gresik
Ø Pendidikan : MA
Ø Pekerjaan : guru
agama
Ø Hubungan dengan klien : anak kandung
b. Ibu
Ø Nama lengkap : Nurul Faiza
Ø Umur :
40 th
Ø Tempat, tanggal lahir : pasuruan, 21 Maret 1968
Ø Alamat :
manyar gresik
Ø Pendidikan : MA
Ø Pekerjaan : guru
TPQ
Ø Hubungan dengan klien : anak kandung
c. Perumahan dan lingkungan
Sabelum
melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi,
Laila belajar di madrasah
selama 12 tahun, yaitu sejak usia SD hingga SMA.
sehingga pengetahuan agamanya dianggap cukup luas, dan saat ini ia tinggal di salah satu pesantren mahasiswa di daerah Wonocolo, dekat kampus
UIN Sunan Ampel Surabaya. Berbaur dengan banyak
teman dari berbagai daerah dengan karakteristik dan budaya yang berbeda. Namun, seperti pesantren mahasiswa pada umumnya,
pesantren tempat Laila tinggal ini tidak mengajarkan materi tentang Ilmu
Komunikasi secara khusus. Di jurusan Ilmu Komunikasi, Laila kurang mendapatkan dukungan
atau motivasi dari teman-temannya, sehingga ia merasa kurang percaya diri,
jenuh dan tidak betah. Terutama ketika mata kuliah Public Relation.
B. SINTESIS
Nama
lengkap Laila adalah Laila Nurfaiza,
latar belakang dari keluarga sederhana. Ayahnya adalah seorang guru dan tokoh masyarakat di desanya.
Sedangkan ibunya adalah seorang guru TPQ. Kedua orang tua Laila
adalah orang yang cukup ahli
agama, sehingga tidak heran jika ketiga
anaknya disekolahkan di Madrasah, termasuk Laila anak
kedua dari tiga bersaudara. Mereka
ingin putra-putranya mendapatkan pendidikan agama yang cukup, Laila dan saudara-saudaranya juga mau
menerima keputusan kedua orang tuanya, orang tua Laila tidak begitu mempersoalkan pendidikan umum.
Laila belajar di Madrasah Aliyah Al-Khoirot,
dengan prosentase pendidikan agama dan umum sekitar 50
perbanding 50 persen. Namun ketika di MA, Laila tidak mengikuti organisasi apapun, yang bisa
dibilang penting untuk pengalaman berhubungan dengan masyarakat. Dan
kini setelah lulus dari dari MA
Laila baru menyadari pentingnya berorganisasi dan ia
mengalami kesulitan tiap kali ada kelas mata
kuliah Public Relation di
jurusannya. Dari
wawancara pendahuluan yang saya
lakukan beberapa hari yang lalu, maka ada kemungkinan –kemungkinan yang
menyebabkan timbulnya masalah yang
saat ini sedang dialami oleh Laila, yakni sebagai berikut:
Ø
Faktor dari klien
1. Kurangnya minat belajar di Jurusan Ilmu Komunikasi
2. Mudah mengeluh
3. Persepsi yang salah terhadap mata kuliah Public Relation
4. Kurang percaya diri
Ø
Faktor lingkungan
1. Tidak memiliki dasar Ilmu Komunikasi
2. Kurangnya pendidikan dalam berorganisasi
ketika di MA dulu
3. Teman-teman yang kurang memotivasi semangat klien
C. DIAGNOSIS
Dari perbincangan santai dengan Laila, saya berusaha memahami
permasalahan apakah yang sedang dihadapi oleh Laila saat ini, sehingga diperoleh informasi
tentang keluhannya bahwa dia mengalami kesulitan belajar di jurusan Ilmu Komunikasi, terutama mata
kuliah Public Relation. Maka dari itu, saya
mengategorikan masalah klien dalam “learning disorder” yakni kesulitan atau kekacauan yang dialami
oleh seseorang disebabkan karena timbulnya respon yang bertentangan, sehingga proses belajarnya mengalami masalah
dan hasilnya pun
akan lebih
rendah dari potensi yang di milikinya.
Seperti yang saya ketahui bahwa Laila adalah alumnus dari MA Al-Khoirot. Seperti MA pada umumnya, di sana juga mengajarkan
pelajaran agama dan umum. Dan di dalam ruang lingkup madrasah terdapat
beberapa organisasi baik eksatrakurikuler maupun
intrakurikuler. Dari intra, terdapat OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah), dan
dari ekstra ada Rohis, Paskibra, Pramuka dan lain-lain. Menurut
pengakuannya, Laila pernah mengikuti organisasi Pramuka
hanya di bangku MI
dan itupun ketika baru kelas 4 sampai 5
MI. Dan setelah itu
melanjutkan pendidikan ke MTs yang sama,
namun tidak pernah mengikuti organisasi apapun
lagi. Bagi Laila berorganisasi
sangat sulit dibanding belajar pelajaran
agama.
Menurut penjelasan dari teman sekelasnya
bahwa Laila selalu tampak tidak betah dan pendiam setiap kali ada kelas PR, Laila merasa malu jika ia
harus di suruh untuk berbicara di depan teman-temannya. Dia merasa tidak cocok
dan merasa aneh jika harus mempresentasikan
makalah.
D. PROGNOSIS
Berdasarkan
hasil diagnosis terhadap penyebab timbulnya masalah yang menyebabkan Laila merasa kesulitan dalam mata
kuliah PR, maka berikut ini akan diuraikan
kemungkinan-kemungkinan pemberian bantuan untuk membantu menyelesaikan masalah Laila,
diantaranya sebagi berikut:
1. Terhadap klien
a. Memberikan informasi cara belajar dan berorganisasi yang
efektif
b. Memberikan saran untuk mengikuti UKM dan berlatih
berbicara dengan percaya diri
c. Memberikan saran bagaimana cara mengatur
waktu yang baik
d. Memberikan pemahaman kepada klien
tentang organisasi yang menyenangkan,
sehingga bisa memunculkan
minat dan motivasi untuk berorganisasi
e. Memberikan informasi tentang pentingnya berorganisasi
2. Terhadap teman
a. Memberikan pemahaman kepada teman-teman
sekelasnya untuk tidak memojokkannya Laila dalam melakukan presentasi
b. Meminta teman-teman Laila untuk bersedia
membantu Laila dalam belajar
c. Memberi semangat kepada Laila
3. Terhadap lingkungan
a. Menentukan tempat yang bisa membuat Laila
dan konselor merasa nyaman untuk
melakukan proses konseling
b. Menciptakan situasi cinta belajar dan berorganisasi
E. TREATMENT/ KLIENNG
Mengingat
bahwa masalah yang dihadapi Laila lebih mengarah kepada masalah pribadi dan
kesulitan belajar, sehingga penulis mengambil inisiatif untuk memberikan
bantuan melalui tehnik konseling
realitas, karena Laila merasa bahwa pelajaran
di jurusan Ilmu Komunikasi sangat sulit dan ia
tidak bisa mempelajarinya. adapun langkah dalam konseling ini adalah sebagai berikut:
1. Menentukan tempat yang cocok untuk
proses konseling
2. Mendengarkan cerita-cerita Laila dengan penuh perhatian
dan kesabaran
3. Mencoba memahami pribadi Laila
4. Mencipatakan suasana yang santai,
sehingga Laila merasa nyaman
5. Meyakinkan Laila bahwa ia pasti bisa mempelajari mata kuliah PR dengan baik
6. Menghilangkan rasa aneh yang dirasakan Laila
jika ia harus melakukan presentasi
7. Menanamkan pada diri di Laila akan
pentingnya berorganisasi
8. Membuat agenda khusus berlatih presentasi
dengan Laila sesuai dengan jadwal yang disepakati bersama.
9. Bekerja sama dengan dosen mata kuliah PR Laila
10. Dan lain-lain yang dianggap perlu
Baru setelah
itu, penulis mengakhiri proses klienng
setelah dilakukan beberapa kali pertemuan dengan Laila.
F. Follow up
Berdasarkan
beberapa tahapan upaya yang telah dilakukan untuk membantu Laila dalam
meyelesaikan masalahnya, kemudian penulis mengadakan evaluasi terhadap konseling untuk mengetahui
sajauh mana perubahan-berubahan yang terjadi pada diri Laila.
Dalam
evaluasi ini penulis mencoba untuk memperoleh informasi perubahan dengan dua
cara yakni secara langsung dan tak langsung. Secara langsung bisa diamati dari
kehidupan sehari-harinya di kampus dan asrama. Sedangkan secara tidak langsung
dapat diperolah dari tanggapan-tanggapan para temannya. Yang terangkum dalam dua aspek, sebagai
berikut:
1. Keberhasilan
·
Laila
tampak lebih ceria
·
Laila
menjadi antusias dan semangat untuk belajar
·
Laila
sudah mulai berani tampil di kelas untuk presentasi
·
Teman-teman
Laila tidak lagi memojokkan Laila ketika
presentasi
2. Kegagalan
Dari tahapan
tahapan yang telah di lakukan dan upaya-upaya
atau rancangan kegiatan untuk membantu Laila dalam menyelesaikan masalahnya
belum dianggap sempurna karena Laila belum malaksanakan semua saran konselor,
maka dari itu masih dilakukan tahap konseling
lagi, akan tetapi hanya sekedar memberikan saran, nasehat yang bisa membuat Laila
bisa lebih baik. Jika dirasa Laila sudah bisa merasa enjoy dan melakukan semua
saran-saran dari konselor , maka proses konseling
akan diakhiri.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Permasalahan
Laila dalam hal kejenuhan
belajar di Jurusan Ilmu komunikasi terutama mata kuliah
Public Relation, disebabkan karena beberapa factor
di antaranya kurangnya berorganisasi
selama madrasah aliyah dulu,
dan kurangnya rasa percaya diri akan kemampuannya dalam berbicara di hadapan banyak orang.
B. Saran
Dalam
membantu klien, seorang konselor di
tuntut untuk bisa memahami pribadi klien, bagaimana keadaan psikis dan hal-hal
lain yang berhubungan dengan klien dengan cara terus berusaha mencari informasi
selengkap-lengkapnya dari beberapa sumber, baik secara langsung maupun tidak
langsung. sehingga semakin banyak informasi yang di dapatkan oleh konselor maka
akan memudahkan klien untuk menentukan bagaimanakah langkah-langkah selanjutnya
dalam proses membantu klien untuk menyelesaikan masalahnya demi tercapainya
kebahagiaan klien.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar