malam indah merona di atas kepala
bersama kawan berjalan ria
sampai di warung sate tercinta
hidup bau enak di lidah
mengecaprasanya nan indah
sendu hati ketika gundah
tak lain karena dia lah
malam habis aku berjalan
bersama terasa sendirian
hati terluka indah nian
mau kemana apalah gerangan
dia datang bersama kawan
dia ambil sejuta kebahagiaan
menghilangkan kerinduan
dengannya tiada tujuan
entah salahku mungkin
menoleh pun tak ingin
tersenyum hatinya dingin
raut wajah yang tak ku ingin
mana lah semangat pagi
menjunjung ku tuk pergi
pergi menjadi penari
menari di sengsara hati
tak kuasa rasa di dada
merindukan dirinya..
dirinya yang lama
menjadi semangatku sepanjang asa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar