apa hal yang begitu istimewa dalam hidupmu?
hmm, apa ya?
meskipun tidak gampang mengapresiasi hal-hal baik di sekitar saya, saya perlu dan yakin bahwa banyak hal yang kemudian bisa saya katakan itu istimewa dalam hidup.
bagaimana tidak?
saya di kelilingi orang baik. bapak, umi, dan adik saya adalah contoh paling dekat, meskipun bukan orang terdekat.
ya, saya memang jarang menunjukkan kedekatan dengan mereka.
ada pula teman-teman, sahabat, guru, dan orang tertentu yang saya istimewakan. mereka semua punya peran yang signifikan dalam membangun kehidupan saya. bahkan jika itu hanya sebatas kenalan. saya sangat menghargai itu. ada lagi koleksi buku di kamar saya. juga jordan, honda beat hitam yang kreditnya belum lunas, tapi tiap tiga bulan minta jajan. bagi saya itu istimewa.
lalu apa?
saya sungguh banyak salah, cela dan kurangnya. yang paling rentan adalah urusan bersosialisasi. saya tidak mudah membangun hubungan dengan orang lain. saya juga benci keramaian. ada perasaan tidak nyaman saat bertemu orang banyak.
anehnya, saya ingin sekali diperhatikan dan diandalkan dalam banyak hal. meskipun seringkali malah mengecewakan. banyak sekali pikiran irasional yang membuat saya memandang rendah diri sendiri. kemudian, terbentuklah pribadi yang kurang percaya diri. akhirnya, kecemasan demi kecemasan selalu bermunculan.
mungkin ada satu hal yang seharusnya sejak lama saya sadari. yakni memandang bahwa diri saya ini juga termasuk istimewa dan perlu diistimewakan. karena dengan begitu saya bisa lebih mencintai diri sendiri. saya bisa lebih peduli pada diri saya. sehingga saya punya banyak kesempatan untuk mengistimewakan diri saya.
memang itu semua belum tentu mengurangi kecemasan yang sering mengganggu. tapi setidaknya saya jadi memandang diri sendiri sedikit lebih positif
terimakasih diriku. sudah berjuang dengan segala kepahitan hidupmu. kita kuat, dan kita istimewa.
hmm, apa ya?
meskipun tidak gampang mengapresiasi hal-hal baik di sekitar saya, saya perlu dan yakin bahwa banyak hal yang kemudian bisa saya katakan itu istimewa dalam hidup.
bagaimana tidak?
saya di kelilingi orang baik. bapak, umi, dan adik saya adalah contoh paling dekat, meskipun bukan orang terdekat.
ya, saya memang jarang menunjukkan kedekatan dengan mereka.
ada pula teman-teman, sahabat, guru, dan orang tertentu yang saya istimewakan. mereka semua punya peran yang signifikan dalam membangun kehidupan saya. bahkan jika itu hanya sebatas kenalan. saya sangat menghargai itu. ada lagi koleksi buku di kamar saya. juga jordan, honda beat hitam yang kreditnya belum lunas, tapi tiap tiga bulan minta jajan. bagi saya itu istimewa.
lalu apa?
saya sungguh banyak salah, cela dan kurangnya. yang paling rentan adalah urusan bersosialisasi. saya tidak mudah membangun hubungan dengan orang lain. saya juga benci keramaian. ada perasaan tidak nyaman saat bertemu orang banyak.
anehnya, saya ingin sekali diperhatikan dan diandalkan dalam banyak hal. meskipun seringkali malah mengecewakan. banyak sekali pikiran irasional yang membuat saya memandang rendah diri sendiri. kemudian, terbentuklah pribadi yang kurang percaya diri. akhirnya, kecemasan demi kecemasan selalu bermunculan.
mungkin ada satu hal yang seharusnya sejak lama saya sadari. yakni memandang bahwa diri saya ini juga termasuk istimewa dan perlu diistimewakan. karena dengan begitu saya bisa lebih mencintai diri sendiri. saya bisa lebih peduli pada diri saya. sehingga saya punya banyak kesempatan untuk mengistimewakan diri saya.
memang itu semua belum tentu mengurangi kecemasan yang sering mengganggu. tapi setidaknya saya jadi memandang diri sendiri sedikit lebih positif
terimakasih diriku. sudah berjuang dengan segala kepahitan hidupmu. kita kuat, dan kita istimewa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar