Sabtu, 25 Juli 2020

D E N T I N G !


jiwaku adalah ombak yang siap surut dan pasang, sedangkan kau adalah peselancar yang belum mahir caranya berenang. kau nikmati setiap cipratan dan siraman. aku menyeretmu lebih jauh ke dalam diriku. mengagumi setiap buih yang datang dan meletup bersamaku. sampai terkadang kau lupa, sudah sejauh mana aku membawamu ke arah gelombang yang tidak lagi tenang. kau kian tenggelam dalam samudera yang belum bebas kau arungi. mengurungmu dalam gelap yang paling enggan kau selami.

kita tidak pernah berjalan bersisian. pun tak pernah terniat beriringan. seringnya, kita hanya kebetulan bersebrangan. saling melempar sapa di persimpangan. menyambut getaran kasat mata, memaknai sapa dengan rasa, bahwa kita pernah saling beradu pandang tanpa kata.
yang tidak kusengaja adalah menyentuh kesepianmu lalu tersentuh perasaanmu. kau yang kian terbawa oleh arus tingkahku, sedang aku terlalu beku menyadari wujudmu.

tanpa sadar kita sering saling melukai. ingin sekali kugedor ego sendiri. merangkai maaf yang kusesali dari sisa-sisa pergolakan hati. ingin sekali kuyakini bahwa desir-desir yang selama ini mengganggu, telah sebenar-benarnya kupahami.
namun yang kutemui hanya air yang merabas di ujung matamu. ada salah yang mengalah. ada duga yang curiga. ada sesak yang mengisak. detik berdetak, waktu beranjak. yang terakhir kali terbesit di hati dan kuyakini, aku harus menjauh dan pergi.

berbahagialah kamu, berdamailah aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar