semalam, untuk kesekian kali saya kembali patah hati. lewat obrolan panjang lebar yang berujung perpisahan sepihak. saya ingin berjuang lebih dari ini. namun yang dijuangkan memilih berhenti sebab tak enak hati. alasannya banyak, dan saya benar-benar perlu mengerti. meski berat hati, saya cukup senang mengatakan bahwa saya masih baik-baik saja. setidaknya untuk saat ini.
itu bukan penolakan yang pertama buat saya. anehnya, saya masih belum terbiasa. siapa juga yang rela terbiasa menerima penolakan, seolah itu hal biasa. atau memang untuk orang seperti saya, bersikap biasa tak pernah mudah.
adalah harapan yang membuat saya merasa perlu berjuang. sekian hari, sekian bulan ia disiram lewat perhatian, yang saya anggap lampu hijau untuk lebih dekat dengannya. nyatanya, harapan memang sekedar harapan. ia tidak dipupuk oleh si pemberi. ia hanya tumbuh sendiri. sebabnya, terlalu berharap pada seseorang hanya menumbuhkan bibit-bibit kecewa.
pada akhirnya, bukan si dia yang tak peka, hanya saja saya terlalu tinggi berkhayal.
bukan dia tak pernah menganggap, siapa suruh menaruh harap.
mencintai saja tidak akan cukup tanpa mau saling memahami. dan untuk saat ini, yang sama-sama kita pahami adalah saling melepas pergi.
saya tidak terlalu percaya diri untuk menjadi yang terbaik untuk dirinya kelak. apapun akhirnya nanti, semoga saya masih baik-baik saja.
untuk seseorang yang tidak mungkin membaca ini, terimakasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar