dengar. aku sedang lapar. benar-benar lapar meski lambung sudah kupadatkan dengan macam-macam kudapan. pagi, siang, sore dan malam, perutku dipenuhi gumpalan makan. tapi masih saja ia kelaparan.
dengar. aku sedang lapar. sangat-sangat lapar. ternyata kepalaku juga butuh makan. aku harus memberinya makan. dengan lamunan, dengan pertanyaan, dengan halu dan angan, bahkan dengan kebohongan dan omong kosong yang menyenangkan.
dengar. aku sedang lapar. sungguh-sungguh lapar. ternyata rongga dadaku juga butuh makan. aku harus memenuhi sebuah kebutuhan tambahan. sesuatu yang tidak peduli bagaimana sebuah keadaan dapat memperkeruh jalannya situasi, ia akan selalu dipenuhi ketidaknyamanan. aku harus memenuhi kebutuhan ke sekian dari hierarki yang benar-benar manusia butuhkan.
dengar. aku sedang lapar. sumpah demi apapun dan dimanapun aku sungguh butuh asupan. aku lapar pada pandangan yang melihatku dengan sebenar-benarnya aku. pada suara yang mengingat bahwa seseorang sepertiku pun bisa diterima. pada perasaan yang mengusir khawatir dan menyambut ketenangan. pada perhatian yang sederhana namun menyamankan.
aku sedang kelaparan. pada acuh yang mulai abai. pada dekat yang mulai jauh. pada hadir yang mulai hilang. pada kuat yang kian semakin melemahkan. pada tinggal yang kini sudah meninggalkan.
bisa kau beri aku makan?
dengar. aku sedang lapar. sangat-sangat lapar. ternyata kepalaku juga butuh makan. aku harus memberinya makan. dengan lamunan, dengan pertanyaan, dengan halu dan angan, bahkan dengan kebohongan dan omong kosong yang menyenangkan.
dengar. aku sedang lapar. sungguh-sungguh lapar. ternyata rongga dadaku juga butuh makan. aku harus memenuhi sebuah kebutuhan tambahan. sesuatu yang tidak peduli bagaimana sebuah keadaan dapat memperkeruh jalannya situasi, ia akan selalu dipenuhi ketidaknyamanan. aku harus memenuhi kebutuhan ke sekian dari hierarki yang benar-benar manusia butuhkan.
dengar. aku sedang lapar. sumpah demi apapun dan dimanapun aku sungguh butuh asupan. aku lapar pada pandangan yang melihatku dengan sebenar-benarnya aku. pada suara yang mengingat bahwa seseorang sepertiku pun bisa diterima. pada perasaan yang mengusir khawatir dan menyambut ketenangan. pada perhatian yang sederhana namun menyamankan.
aku sedang kelaparan. pada acuh yang mulai abai. pada dekat yang mulai jauh. pada hadir yang mulai hilang. pada kuat yang kian semakin melemahkan. pada tinggal yang kini sudah meninggalkan.
bisa kau beri aku makan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar